Waspada, Lebih dari 10 Ribu Link Kosmetik Ilegal dengan Bahan Berbahaya Tersebar di Marketplace

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) baru-baru ini mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan terkait dengan lebih dari 10 ribu link kosmetik ilegal yang beredar secara bebas di berbagai marketplace online.

Temuan ini didapat dalam rangka patroli siber kosmetik yang dilakukan oleh BPOM, yang mengungkapkan keberadaan bahan-bahan terlarang, termasuk hidrokuinon, yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada beberapa produk kosmetik.

Hidrokuinon, sebagai bahan kimia terlarang yang ditemukan dalam beberapa produk, diyakini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dan menimbulkan risiko kesehatan serius. Selain itu, BPOM juga menemukan sejumlah kosmetik dengan bahan lain yang memiliki potensi memicu pertumbuhan sel kanker pada kulit dan payudara.

Bagi konsumen yang ingin memastikan keamanan produk kosmetik yang akan mereka beli, ada dua cara yang dapat diambil:

Menggunakan Aplikasi BPOM Mobile
Konsumen dapat mengunduh aplikasi BPOM Mobile melalui Google Playstore atau Appstore. Dengan aplikasi ini, mereka dapat melakukan scan 2D Barcode atau QR Code pada produk kosmetik. Informasi akan muncul, menunjukkan apakah produk tersebut terdaftar di BPOM atau tidak.

Cek Nomor Izin Edar
Konsumen dapat memeriksa legalitas produk kosmetik dengan memasukkan nomor notifikasi pada menu ‘CEK nomor izin edar (NIE)’. Produk yang sudah mendapatkan notifikasi dari BPOM memiliki kode nomor notifikasi NA/NB/NC/NE, ditambah dengan 11 digit angka.

BPOM juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk kosmetik. Produk kosmetik yang berisiko dapat memicu kanker biasanya menimbulkan efek instan, oleh karena itu, konsumen perlu waspada terhadap efek yang muncul secara tiba-tiba, seperti perubahan kulit yang terasa mulus.

Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan memastikan tidak ada klaim berlebihan, memperhatikan efek samping, dan tetap aware terhadap kondisi kemasan produk.

Jika masyarakat menemukan produk kosmetik tanpa nomor notifikasi, BPOM mengajak untuk melaporkannya melalui platform HALOBPOM. Kesadaran dan kehati-hatian konsumen diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penggunaan produk kosmetik ilegal dan berbahaya.

Related Posts

Fenomena ‘Baby Botox’: Tren Skincare Anti-Aging yang Merambah Generasi Muda

Memiliki kulit sehat dan bebas kerutan telah menjadi keinginan umum, terutama di kalangan wanita. Mereka bahkan tidak segan mengeluarkan biaya besar untuk perawatan anti-aging guna menjaga penampilan…

Paragon Corp: Membanggakan Kualitas dan Kehalalan dalam Produksi Kosmetik Berkualitas Tinggi di Indonesia

Sebagai produsen kosmetik terbesar di Indonesia, Paragon Corp telah berhasil menciptakan produk kosmetik berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi standar keindahan, tetapi juga memegang teguh prinsip kehalalan….

Wardah Ever Glasting World: Merayakan Kemajuan Kecantikan Indonesia Melalui Pengalaman 5 Indera

Brand pionir kosmetik halal Indonesia, Wardah, telah menggelar acara pameran bertajuk ‘Wardah Ever Glasting World’, yang tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan merek tersebut, tetapi juga menandai kemajuan…

Jeans Kontroversial ASOS: Inovasi Fashion atau Desain yang Berlebihan?

Inovasi dalam dunia industri fashion selalu menimbulkan antusiasme, namun tak jarang juga mendapatkan kritik atau bahkan ejekan. Sebuah contoh baru adalah peluncuran celana jeans terbaru dari retailer…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

my2